Empat Surga Kuliner di Bangkok, Thailand

@keliling_asia – Bagi pecinta kuliner tentu tak ada yang lebih diidamkan selain surga makanan. Apalagi dengan harga yang ramah di kantong.

Inilah yang ditawarkan oleh jalanan kaki lima di Bangkok, Thailand. Pinggiran jalan disulap menjadi surga makanan yang siap memanjakan lidah Anda.

Siapkan jadwal khusus untuk berburu makanan di empat pusat kuliner rekomendasi theguardian ini:

1. Chinatown
Chinatown.jpg
Foto: rachelcooksthai.com

Yaowarat. Begitulah julukan penduduk lokal bagi Chinatown. Konon, disinilah asal muasal lahirnya jajanan kaki lima di Thailand. Hingga sekarang, Chinatown masih jadi destinasi kuliner paling ramai di Bangkok. Jangan mengaku pecinta kuliner kalau belum menjajal jajanan di sini.

Di antara puluhan jenis makanan, sate jadi makanan paling hits. Makanan khas Asia ini disajikan dengan saus kacang dan potongan mentimun, serta sejenis sambal kecap dengan potongan bawang merah dan cabai. Apa yang membuatnya berbeda? Pada gigitan pertama Anda bakal mengecap rasa gurih santan dari dagingnya yang begitu lembut.

Cobalah juga Lod Chong Singapore yang terletak di Charoen Krung Road tepat di seberang Rumah Sakit Sirirama. Anda bakal disuguhkan segelas santan manis dan es dengan potongan nangka yang dipotong dadu.

Sudah pernah mencoba Sukiyaki gaya Thailand yang happening? Anda harus menjajalnya di kedai Elvis Suki yang terletak di 20/37 Soi Yodsae. Mungkin tampilannya tak fotogenik tapi rasanya dijamin seksi!

Elvis Suki juga menjajakan kerang panggang berukuran super besar yang dioles dengan mentega, dan bumbu halus bawang putih, serai, daun jeruk purut dan ketumbar.

2. Old Town
Old Town.jpeg
Foto: asianinspirations.com

Old Town atau Banglamphu memiliki banyak kedai tersohor yang masih tetap terjaga pamornya selama beberapa dekade. Salah satunya ialah Khao Gaeng Rattana.

Kedai Rattana menawarkan pilihan sarapan dan makan siang yang populer di kalangan pelancong, nasi kari. Aneka lauk diberi bumbu kari dan ditumis. Kombinasi yang tepat untuk disajikan di atas sepiring nasi hangat.

Menu Khao Gaeng Rattana berbeda-beda setiap harinya. Namun jika menemukan menu kiew waan gai atau kari ayam hijau dan geng som goong yakni kari asam dengan udang, Anda wajib memesannya. Sudah pasti citarasanya akan membuat Anda ketagihan

Setelah makan berat, es krim bisa jadi hidangan pencuci mulut yang pas. Nuttaporn Ice Cream yang terletak di 94 Phraeng Phuton Square jadi kedai paling populer. Rasa santan jadi yang paling digemari pelancong. Tapi Anda juga bisa memesan varian favorit lainnya yakni mangga, cokelat , kopi, dan es teh dengan topping unik khas Thailand. Ada kacang panggang, jagung, biji teratai, kacang merah, kelapa parut, biji plum manis, dan ketan kelapa.

[Baca juga: Yuk, Berburu 10 Pantai Eksotis Di Sydney, Australia]

3. Silom dan Sathorn
Silom and Sathorn.jpg
Foto: theguardian.com

Jalan-jalan di Silom dan Sathorn, yang dianggap sebagai kawasan pusat bisnis Bangkok, dipenuhi dengan tempat makan cepat saji. Tapi jika Anda jeli, masih ada beberapa kedai dengan makanan tradisional yang menawarkan citarasa otentik dengan harga murah.

Salah satu makanan tradisional yang banyak dijajakan yakni Khao soy atau mie telur kari. Hidangan ini mungkin yang paling terkenal di Thailand utara. Ini adalah campuran mie gaya Tiongkok dengan kari, santan kelapa, dan daging sapi atau ayam rebus.

Salah satu favorit pelancong adalah Mie telur kari dari kedai Hong Aharn Boon Ek di St Louis Soi 3 nomor 33/16. Sepiring daging bebek juicy dipotong dan disajikan dengan nasi putih, saus cabai yang pedas dan kaldu dari tulang bebek atau babi.

Ada lagi kedai Bamee Gua yang terletak di jalan yang populer di tepi Lumpini Park dan berjarak sangat dekat dari kawasan pusat bisnis. Bamee sendiri berarti mie telur bergaya Cina dan disajikan dengan berbagai pilihan campuran daging. Seperti daging babi, ayam, cumi-cumi, bakso ikan dan pangsit atau bamee asawin.

Jangan lewatkan sajian spesial tiap Selasa, kamis dan akhir pekan. Kedai ini menyajikan Ee-mee yakni mie telur versi goreng dan ditaburi potongan ham, ayam, serta abon.

4. Saphan Lueng
Saphan Lueng.jpg
Foto: citynomads.com

Lingkungan Jembatan Kuning ini telah lama dikenal di antara warga Bangkok sebagai pusat makanan jalanan. Sekilas mirip dengan China Town. Hanya saja Saphan Lueng lebih jarang dilirik pelancong.

Mayoritas penduduk lokal yang memadati kedai kaki lima di wilayah ini. Kalau Anda ingin merasakan citarasa otentik hidangan Thailand yang sesungguhnya, tempat ini sungguh sayang dilewatkan.

Di sini Anda dapat mencicipi bubur beras. Bubur ala Thailand yang menyisakan butiran padi utuh ini di Soi Pranakares. Tepat di depan tanda yang bertuliskan Viroon Ice Cream di Thailand. Bubur beras ini disajikan dengan berbagai pilihan topping istimewa.

Hoi klang mungkin bukan hal pertama yang Anda pikirkan ketika memutuskan untuk menjelajahi kuliner kaki lima di Thailand. Namun kedai Jay Sam (Soi Pra Nakares) telah berhasil bertahan selama beberapa dekade, berkat kesegaran kerangnya dan rasa pedas saus cabe yang pedas. Yum pak krachade atau salad khas Thailand adalah favorit lokal lainnya.

Di sini Anda juga wajib menjajal Kanom pang sankaya. Rasanya yang Manis bercampur gurih menjadi roti kukus dengan cocolan saus custard kelapa ini, jadi sajian favorit di pinggir jalan Thailand. Salah satu kedai yang menjajakan roti kukus ini adalah Roti Sangkaya oleh Chai di jalan Soi Pranakares nomor 506/1.

[Baca juga: Lima Tempat Wisata Gratis di Negeri Jiran, Yuk Datangi]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s